Monday, June 25, 2018


BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perencanaan bisnis (Business Plan) adalah rencana-rencana tentang apa yang dikerjakan dalam suatu bisnis ke depan meliputi alokasi sumberdaya, perhatian pada faktor-faktor kunci dan mengolah permasalahanpermasalahan dan peluang yang ada. Secara garis besar isi suatu perencanaan bisnis dimulai dari Ringkasan, Statemen Misi, Faktor-faktor kunci, Analisis Pasar, Produksi, Manajemen dan Analisis Finansial seperti analisis Break Event dan lain-lainnya.
            Salah satu kunci sukses memulai usaha adalah adanya kemampuan menuangkan ide-ide atau gagasan cemerlang yang kreatif dan inovatif dan mempunyai nilai ekonomi/komersial tinggi ke dalam sebuah Business Plan atau perencanaan bisnis yang matang dan realistis. Apapun jenis usaha yang akan kita jalankan. Lebih-lebih jika ditindaklanjuti dengan menuangkan ide-ide tersebut dalam tulisan sehingga dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak lain.
Salah satu kunci sukses memulai usaha adalah membuat sebuah perencanaan usaha/bisnis yang matang dan realistis. Apapun jenis usaha yang akan kita jalankan. Tulisan ini mencoba menguraikan selangkah demi selangkah bagaimana membuat perencanaan usaha/bisnis. Perencanaan usaha/bisnis sangat berguna untuk menilai apakah usaha/bisnis yang akan kita tekuni layak, profitable dan berjangka panjang/berprospek. Dengan perencanaan usaha/bisnis yang matang, juga sangat berguna apabila kita ingin mengajak mitra bisnis, investor ataupun calon kreditor untuk merealisasi impian kita agar jadi kenyataan.
Banyak hal yang tidak disadari oleh masyarakat bahwa sebenarnya wanita telah memberikan kontribusi yang besar dalam urusan rumah tangga terutama dalam hal berusaha meningkatkan pendapatan keluarga. Penghasilan suami yang kecil dan tidak menentu menjadi alasan ibu rumah tangga bekerja karena mereka tidak mempunyai pilihan lain. Mereka bekerja bukan karena mereka ingin bekerja atau berkarir tetapi karena dipengaruhi oleh faktor keterpaksaan.
Usaha kerajinan rumah tangga tersebar di seluruh daerah di Indonesia.Baik usaha kerajinan dalam skala besar ataupun dalam skala kecil. Demikian juga halnya dengan daerah Sumatera Utara yang kaya dengan berbagai usaha-usaha kerajinan mulai dari usaha yang memproduksi barang-barang untuk keperluan konsumsi seperti keset kaki, sapu, hiasan dinding dan lain-lain. Industri sapu ijuk banyak diminati oleh ibu rumah tangga dan menjadi pilihan kerja bagi wanita di pedesaan karena cara kerjanya mudah dipelajari serta upah yang dianggap cukup. Industri kerajinan memiliki potensi untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan menyediakan kesempatan untuk memperoleh pendapatan bagi tenaga kerja yang berpendapatan rendah atau < UMR ( Rp 1,2 juta) terutama yang berada di pedesaan, suatu upah dikatakan cukup apabila hasil yang diperoleh dalam suatu usaha ≥ UMR atauRp 1,2 juta.
Dalam dunia praktek sehari-hari, ternyata banyak kendala yang ditemui baik dalam membuat business plan maupun implementasinya. Kendala lahirnya ide-ide kreatif yang punyai nilai ekonomis ini banyak terjadi karena kita sendiri sering kali kurang menyadari bahwa ide adalah hasil proses alam bawah sadar sehingga ide tidak akan hadir berkali-kali. Di sisi lain kita juga sering kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, padahal ide-ide kreatif, inovatif dan bernilai ekonomis justru sering lahir dari kepekaan kita terhadap lingkungan dan kemampuan kita merubah tantangan menjadi peluang.
1.2 Rumusan Masalah
1.    Bagaimana tokoh sang pengusaha?
2.    Bagaimana sejarah usaha tersebut?
3.    Apa saja bahan-bahan yang dipakai dalam usaha tersebut?
4.    Bagaimana kiat-kiat sukses usaha tersebut?
5.    Apa saja tantangan yang dialami dalam usaha terssebut?  
1.3 Tujuan
1.    Untuk mengetahui biodata tokoh.
2.    Untuk mengetahui sejarah usaha tersebut.
3.    Untuk menegtahui bahan-bahan yang dipakai dalam usaha tersebut.
4.    Untuk mengetahui kitat-kiat sukses usaha tersebut.
5.    Untuk mengetahui tantangan yang di alami dalam menjalankan usaha  
     tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Biodata sang pengusaha
Nama                                : Marliah
Tempat, tanggal lahir       : T.Beringin, 20 Maret 1968
Agma                               : Islam
Usia                                  : 50
Pendidikan terakhir          : SMA
Nama Suami                    : Ude Alamsyah
Jumlah Anak                   : 5 orang
Alamat                             : Suka Jadi Dusun 7 Kecamatan Hinai Kabupaten    Langkat
2.2 Sejarah usaha
            Usaha sapu lidi ini dimulai sekitar 12 tahun yang lalu sekitar tahun 2006 yang terletak di daerah Suka Jadi Dusun 7 Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Usaha sapu lidi tersbut bernama Ude Tegar Pamungkas. Saat ini usahanya menjual jenis sapu gagang dan sapu nipah. Awalnya suami ibu ini hanya usaha kecil-kecilan dan berjualan sapu gagang. Modal awal membuat usaha tersebut sekitar Rp 750.000. Ude Tegar Pamungkas ini awalnya hanya memiliki 3 orang karyawan, tapi saat ini karyawannya sudah bertambah menjadi 20 orang karyawan. Semakin lama usaha tersebut berkembang sangat pesat sampai mengekspor ke berbagai negara seperti: Pakistan, India, Malaysia, Singapura, Arab Saudi. Untuk mengekspor barang hasil produksi mendapatkan tambahan modal dari orang lain. Mula-mula barang hasil produksi diekspor hanya 3 bulan sekali masih sangat jarang. Sejak tahun 2010 bisnis usaha sapu lidi mengekspor kelima negara tersebut berkembang sangat pesat karena permintaan yang cukup banyak. Awalnya ibu ini melakukan usaha ekspor sapu lidi mencari informasi dari teman-temannya yang pernah melakukan hal yang sama dan ia jumpa dengan orang yang penasaran dengan limbah sawit dan orang tersebut menawarkan barang hasil produksi untuk di ekspor ke berbagai negara. Saat ini hasil produksi yang diekspor cukup banyak dalam satu bulan bisa sampai delapan kali hal itu tergantung dari cuaca, setiap kali ekspor menggunakan kontainer berisi 25 ton sapu lidi.  
            Untuk lokal ibu ini tidak banyak hanya untuk dinas kebersihan kabupaten langkat itu pun 6 bulan sekali. Dikarenakan usaha sapu lidi ini tertuju pada ekspor saja. Usaha sapu lidi ibu marliah juga pernah di tayangkan di salah satu stasiun televisi.
2.3 Bahan-bahan yang dipakai dalam membuat sapu lidi
            Lidi-lidi sebagai bahan baku utama berasal dari Aceh, Riau, dan khususnya dari daerah kabupaten langkat seperti bahorok. Lidi-lidi yang diekspor merupakan daun kelapa, daun kelapa sawit, dan daun dari pohon nipah. Harganya bervariasi. Antara Rp3.200 hingga Rp3.500 per kilogram sapu lidi kelapa dan sapu lidi kelapa sawit. Sementara, sapu lidi pohon nipah Rp7.500 per kilogram, dengan syarat kekeringannya tidak boleh lebih dari 30 persen. Pada saat musim panas, masa penjemuran berlangsung 1-2 hari, sedangkan pada saat musim hujan 5 hari. Pada sapu ganagang, gagangnya terbuat darai kayu sembarang keras dan ada juga yang dari bambu.
2.4 Kiat-kiat sukses dalam menjalankan usaha
            Adapun kiat sukses dalam menjalankan usaha sapu lidi ini pertama harus jujur, kedua kualitas yang ada harus dipertahankan jangan sampai turun, dan ketiga jangan mematikan hp atau mengganti no telfon dikarnakan terkadang konsumen memesan melalui telfon.
            Pendapatan per bulan Rp 5.000.000 sampai Rp 25.000.000 tergantung permintaan pasar.
2.5 Tantangan dalam menjalankan usaha
            Ketika musim hujan penjemuran lidinya lebih lama sehingga membuat produksi lebih lambat yang biasanya 1 hari bisa menjadi 5 hari, tantangan lainnya yaitu persaingan global cara ibu itu mengatasinya dengan mengikuti harga pasar yang ada, dan jemput bola maksud dari jemput bola adalah biasanya bahan-bahan diantar ke gudang ini harus jemput langsung ke lahannya agar tidak diambil dahulu oleh pengusaha sapu lidi lainnya.
           
 BAB III

PENUTUP  
3.1 Kesimpulan
1. Ibu Marliah seorang pengusaha sapu lidi asal kabupaten langkat memulai usahanya sekitar 12 tahun yang lalu sekitar tahun 2006 yang terletak didaerah  Suka Jadi Dusun 7 Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Usaha sapu lidi tersbut bernama Ude Tegar Pamungkas.
2. Modal awal membuat usaha sapu lidi ini sebesar Rp 750.000.
3. Sejak 2010 usaha sapu lidi ini mulai mengekspor keberbagai negara seperti: Pakistan, India, Malaysia, Singapura, Arab Saudi.
4. Lidi-lidi sebagai bahan baku utama berasal dari Aceh, Riau, dan khususnya dari daerah kabupaten langkat seperti bahorok. Lidi-lidi yang diekspor merupakan daun kelapa, daun kelapa sawit, dan daun dari pohon nipah.
5. Adapun kiat sukses dalam menjalankan usaha sapu lidi ini pertama harus jujur, kedua kualitas yang ada harus dipertahankan jangan sampai turun, dan ketiga jangan mematikan hp atau mengganti no telfon dikarnakan terkadang konsumen memesan melalui telfon.
6. Pendapatan per bulan Rp 5.000.000 sampai Rp 25.000.000 tergantung permintaan pasar.
7. Tantangan dalam menjalankan usaha sapu lidi ini pada musim hujan penjemuran lidinya lebih lama sehingga membuat produksi lebih lambat yang biasanya 1 hari bisa menjadi 5 hari.
3.2 Saran
            Sebaiknya pemerintah setempat melakukan pelatihan dengan membuat produk lain bukan hanya sapu lidi saja, dikarenakan bahan baku yang saya lihat ditempat cukup banyak.





 DAFTAR PUSTAKA
Andrias Harefa. (2008). Berwirausaha dari Nol 10 Kiat Sukses dengan Modal Seadanya. Jakarta: Gramedia.

Anonimous. 1996. Industrialisasi di Indonesia. LP3ES. Jakarta. PT pustaka Indonesia.

Feddy Rangkuti. (2000). Business Plan, Teknik Membuat Perencanaan Bisnis dan Analisis Kasus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sajogyo, Pudjiwati.1994. Peranan Wanita Dalam Perkembangan Masyarakat Desa. Jakarta. CV Rajawali.  















1 comment:

  1. Tlg krm no telepon nya utk pengrajin sapu lidi ini. Sy mau tanya info selanjutnya.

    ReplyDelete